MASIGNASUKAv102
5205159268100262409

Mimpi Buruk Rania

Selasa, 01 September 2020

 

“Tahu nggak kalian? Semalam tuh aku mimpi buruk sekali.” Rania sampai bergidik membayangkan mimpinya semalam.

 

“Mimpi apaan?” tanya Sita penasaran sambil menyeruput es jeruk.

 

“Biar aku tebak!” Desi dengan yakin berkata,”Kamu didatangi hantu pocong ngesot!”

 

Suara lantang Desi yang cempreng itu membuat semua penikmat mie ayam Mang Udin sontak menoleh kepadanya.

 

Satu, tiga, enam, delapan, .... Yup. Tepatnya lima belas orang termasuk Mang Udin dan istrinya memandang ke arah sumber suara. Tentu saja dengan tatapan kaget kayak melihat pocong beneran.  Cuma beberapa detik, tapi kalau dibuat video manekin chalenge pasti bagus, tuh. Ekspresi mereka terdiam dalam kekagetan yang luar biasa. Tinggal ditambah lagunya Lathi. Perfect!

 

Adegan itu terhenti,  ketika Desi ⸺yang juga kaget melihat puluhan mata tiba-tiba beralih memandangnya⸺ mengatupkan kedua telapak tangan, memberi tanda minta maaf.

 

“Maaf.... Bapak-bapak, Ibu-ibu, Tante, Om, Kakak. Maaf. Pocongnya udah pergi, kok. Beneran!” ucap Desi kepada semua orang sambil menebar senyum termanisnya.

 

“Auww!” Tiba-tiba Desi berteriak karena kepalanya ditimpuk buku oleh Sita. Teriakan Desi kembali membuat orang-orang menoleh padanya. Kali ini berakhir dengan tatapan kesal sebagian orang. Bahkan mungkin ada yang mengira dia gila.

 

Rania ikut kesal dengan kelakuan sahabatnya, Desi. Ajang curhatnya jadi kacau balau karena ulah Desi yang sok tau.

 

“Sakit, tauk!” protes Desi sambil mengelus ubun-ubunya.

 

“Lagian, jadi orang asalll!” sungut Sita.

 

Sejenak mereka memilih tidak melanjutkan percakapan. Mencoba lebih fokus melahap mie ayam yang berlimpah saos dan sambal dihadapan mereka.

 

“Jadi, benar, ya, tebakanku tadi?” tanya Desi berbisik. Hampir saja kepalanya kena timpuk buku lagi kalau Rania tidak segera menahan tangan Sita. Desi segera bergerak mengamankan kepalanya.

 

“Ssstt ...!” bisik Rania sambil meletakkan jari telunjuknya di bibir, menyuruh dua sahabatnya untuk tidak membuat keributan lagi.

 

“Mimpiku semalam lebih serem!” kata Rania. Ujung matanya nampak bergerak ke kanan, ke kiri seperti mengkhawatirkan sesuatu.

 

“Ada yang lebih serem daripada didatengin pocong, gitu?” tanya Desi seperti tidak percaya.

 

“Ada! Jauuuh...lebih seram!” Desi dan Sita jadi   makin penasaran. Mereka berdua sampai menggeser tempat duduk mendekati Rania. Takut ketinggalan berita yang menakjubkan.

 

“Apaan?” tanya Sita gusar. Mereka berhenti meneruskan makan demi fokus mendengarkan cerita Rania.

 

“Aku mimpi pak Eko dan keluarganya datang melamarku!”

 

“Apaaa?” Teriakan Desi dan Sita kali ini lebih kencang sehingga untuk kesekian kalinya mereka mendapatkan tatapan kaget dan kesal dari pengunjung lainnya.

 

Tentu saja kedua sahabat itu kaget dan shock mendengar cerita tentang Pak Eko, guru jomlo pengajar fisika yang super killer itu akan datang melamar Rania, walau hanya dalam mimpi.

 

“Gila! Itu mah horor banget!” kata Sita sembari menutup mukanya.

 

“Mimpi buruk sekali!” sahut Desi.

 

“Jadi, kapan kalian menikah?” tanya Desi asal, membuat kedua sahabatnya gemas dan nyaris melemparinya dengan mangkok mie ayam.

 

“Cuma mimpi, dodolll!”